Hujan di hari pertama di Doha merupakan berkah yang sangat berarti, tidak hanya bagi orang Qatar, tetapi bagi expatriate arabic lainnya. Namun, setelah 3 hari hujan turun, air yang berlimpah menyebabkan problem baru muncul. Banjir…..banjir…water flooding…yach begitu lha, karena Doha di konstruksi tanpa drainage yang bagus, maka hari ini banjir dibeberapa tempat mulai menyusahkan kendaraan rendah, seperti sedan. Banjir ini juga muncul di jalan samping flat kami, yang kadang juga banjir walaupun tidak musim dingin seperti sekarang ini, kalo ada air meluap dari pipa air atau saluran pembuangan, maka water tersebut akan tergenang di jalan. Dan hari ini ketinggian genangan air tersebut cukup meresahkan yang tinggal di flat dan sekitarnya. Akibat yang nyata, mobil dari para penghuni flat Jarir I, yang biasanya meramaikan basement, mengungsi ke shade parking di ground. Sayangnya ‘kereta angin’ tak kebagian shade parking lot, terpaksa dech parking beratapkan langit gelap dan berawan tebal …hiks…hiks :p
Kejadian in merupakan peringatan bagi State of Qatar untuk mengatasi hal tsb secepat, agar tidak terulang lagi tahun depan, karena ini pernah terjadi juga di Doha tahun lalu. Dan menurut ramalan cuaca minggu ini, kemungkinan besar, temperatur akan turun ke 6 C of degre. Masya Allah!
Filed under: Catatan Aba | Leave a Comment »
Di belakang kota ada 3 Industrial Area, dari road code, kita bisa baca, ada QAPCO, QAFCO, QCHEM, QP Refinery, NGL terminal, dll (gak hapal semuanya bok!).
Sayangnya budget bulan ini sudah mefet 
!/2 jam kemudian, Anak-anak pun ke kamar ganti, bilas dan ganti baju. Dan kamipun pulang ke Jarir I Building.
Sudah yang ketiga kali kami sekeluarga menghabiskan waktu sore di Corniche sambil menyusuri trotoar di pinggir pantai. Aqif dan Ariz bermain sepeda, Khansa di car sit and stroll (design terbaru cing!, suitable aslo for aircraft 
komentar Aqif “Today I go to corniche to ride a bike with my brother and my sister and my mum and my dad. I go to City centre in City centre I go to Carrefour. In Carrefour I buy a chip, and some candy and chocolate. My favorite animal are the trannosaur, and the torosaur, and the whale, and the ceetah.
Ini kali ketiga kami sekeluarga ke Intercontinental beach, Ba’da Ashar berangkat dari Jarir I building dengan ‘kereta angin’, kurang lebih 15 menit perjalanan kamipun tiba di tujuan. Berbekal mainan pasir yang baru di beli dari Supermarket, Aqif dan Ariz, bermain pasir, membangun casttle dengan paritnya 
Namun, karena sudah musim dingin di Doha, jam 4 PM, angin sudah bertiup kencang, sehingga jam 5 PM, kita harus pulang karena anak-anak sudah kedinginan, dan Maghrib pun sudah menjelang.
Beginilah kira-kira suasana Camel Farm yang kami lewati. 1/2 jam kemudian kami bertemu crossection jalan highway yang masih ‘under construction‘. Tanpa curiga kami lalui jalan tsb. hingga kami menemui signal Abu Samra direction. (dalam hati terbersit, wah kita salah jalan nih, dan ketika melihat jam, sudah 1.5 jam drive, Dukhan signal pun menghilang, padahal katanya ke Dukhan cuman 1 jam drive).
Akhirnya kami menjumpai signal Umm Bab, dengan keraguan kami mencari orang yang bisa ditanya. bertemu sekelompok truk membawa pasir, tanya-tanya, ternyata gak ada yang fasih English,kecuali seorang India yang English-nya patah-patah (emangnya bambu kali ya