Banjir di Doha

Hujan di hari pertama di Doha merupakan berkah yang sangat berarti, tidak hanya bagi orang Qatar, tetapi bagi expatriate arabic lainnya. Namun, setelah 3 hari hujan turun, air yang berlimpah menyebabkan problem baru muncul. Banjir…..banjir…water flooding…yach begitu lha, karena Doha di konstruksi tanpa drainage yang bagus, maka hari ini banjir dibeberapa tempat mulai menyusahkan kendaraan rendah, seperti sedan. Banjir ini juga muncul di jalan samping flat kami, yang kadang juga banjir walaupun tidak musim dingin seperti sekarang ini, kalo ada air meluap dari pipa air atau saluran pembuangan, maka water tersebut akan tergenang di jalan. Dan hari ini ketinggian genangan air tersebut cukup meresahkan yang tinggal di flat dan sekitarnya. Akibat yang nyata, mobil dari para penghuni flat Jarir I, yang biasanya meramaikan basement, mengungsi ke shade parking di ground. Sayangnya ‘kereta angin’ tak kebagian shade parking lot, terpaksa dech parking beratapkan langit gelap dan berawan tebal …hiks…hiks :p

Kejadian in merupakan peringatan bagi State of Qatar untuk mengatasi hal tsb secepat, agar tidak terulang lagi tahun depan, karena ini pernah terjadi juga di Doha tahun lalu. Dan menurut ramalan cuaca minggu ini, kemungkinan besar, temperatur akan turun ke 6 C of degre. Masya Allah!

Sami Yusuf Concert

Ini baru berita bagus….Sami Yusuf, British artist yang terkenal dengan nasheed “My Ummah” , “Mu’alim” berkunjung ke Doha….Mr.Sami mengadakan concert dan gala dinner. Gala dinner akan diadakan di Al Wasee Hall – Ritz Carlton Hotel pada hari Rabu 16 January 2008 pukul 7.30 PM. Gala ini juga merupakan Photograpy exhibition of Peter Sanders (wah…gue gak kenal ni orang :( ) dan Calligraphy exhibition of Haji Noori Deen (idem). Sedangkan concertnya akan berlangsung di Qatar National Theatre pada hari Kamis 17 January 2008 pukul 7 PM. Tiket price utk Dinner QR350, dan untuk Concert QR200 -QR500. Tiket bisa dibeli di The Landmark, Nasser Bin Khaled, Mercedes Showroom, dan Villagio. Sayang nih kalo dilewati, namun kendalanya, anak-anak dititipin siapa …. :(

Hujan di pagi hari

Hore….hujan..euy….jadi ingat masa kecil di Bengkulu, ada hujan langsung ngacir ke luar, buka baju…..maen bola di lapangan yang beceknya gak ketulungan… :-) Namun pagi ini, baru beberapa menit yang lalu, hujan turun di Doha…surprising me, of course..padahal uda siap2 berangkat ke muwather, maen tennis…(plus acara ngrumpi bapak2..he..he..tentunya dengan thema ter’hot’ di Doha) kembali ke hujan…..Menurut www.weather.com hari ini memang ada light rain di Doha dengan temperature 63F, humidity 82%, dewpoint 57F, wind from Southwest at 3 mph. Sedangkan Badan Meterology Qatar, www.qatarweather.net tidak menyebutkan adanya hujan, namun temperature berkisar 16C ato 60.8F, humidity 67%, wind blowing from Southeast with 5.8 knots (light). Obviously, hujannya hanya sebentar walaupun cukup deras, sekitar 10 minutes. Tapi aba feels lazy to go to tennis court even Syarif, tetangga sebelah telpon, kasi info, tennis court di Muwather kering alias gak basah (?). Yach, akhirnya sportnya di rumah saja, Alhamdulillah, treadmill nya bermanfaat banyak buat sport in house :-)

Potong celana

Hal sepele yang kadang cukup merepotkan adalah celana atau pakaian kepanjangan, sehingga menyentuh lantai (wah..ini mah kebalikan dari kegemaran ibu-ibu qatari yang suka pakaian yang menyapu jalan :-) ) Apabila di Indonesia, apalagi di Jogja, tak usah ditanya ‘permak jeans’ yang tersebar di sudut-sudut kota dengan ongkos yang cukup murah. Di Doha bagaimana ceritanya? Biasanya apabila kita membeli di toko-toko yang ber’merk’ alias ‘famous brand’ kita tak perlu pusing-pusing, mereka akan menawarkan free services potong celana atau pakaian yang kepanjangan (contohnya: Piere Cardin City Centre, Bossini Hyatt Plaza, de el el. tak perlu lha di sebut semua khan?). Nah yang report bila toko tersebut tidak ada services tsb, ‘pableboat‘ kita harus gerilya cari taylor yang mau ‘menolong’ kita. Nah, salah satu taylor yang bersedia di Doha ini, adalah ‘RAFHA Taylor’ di daerah Merqab, dekat Masjid, dari arah Toy R Us, disebelah kiri, dengan plat nama warna merah. Dengan biaya QR10/celana dan QR15/pakaian atau QR15/abaya, Insya Allah, celana atau pakaian/abaya anda nyaman dipakai. 

Arabic Language Class

Last Sunday I attended the kick off of arabic class in Institut Language of Qatar. I came to the Institute with my neighbor, Syarif, around 5.45 PM. Suprisingly, the yard was full by cars, and also many pupils came, either man or women. They have same level of certain laguage but different class, because here in qatar, man and women are conditioned in different place. This is very nice, because this is reflection of Islam culture. In the institute, not only Arabic available, but also English, French, and Japanist. ups…..ma’ap encik dan puan, silap awak ni, tak patut lah di sini cakap english…  :-)

Dengan hanya QR200 kita bisa belajar arabic hingga level tertinggi, namun yang menjadi kendala paling berat adalah istiqomah dan konsistensi untuk hadir. 85% kehadiran adalah syarat utama untuk duduk di ujian akhir :-(

Apa mau dikata, dalam seminggu, kita harus bagi 6 jam untuk duduk di kelas arabic (dulu katanya 9 jam setiap minggu, namun sekarang di level dasar hanya 6 jam perminggu, Alhamdulillah). Banyak pengorbanan InsyaAllah, hasilnya pun akan sempurna. Yang penting dijaga, tekad yang kuat, alias jaga motivasi belajar arabic dan konsisten hadir di kelas. Mudah-mudahan makin banyak teman-teman yang siap belajar arabic. lail al khair, ila liqa.

Messaid – Sealine – Golf Club – Al Gazal Club

Jam 9 AM, tanpa rencana kami berangkat ke Messaid dengan tujuan ke Pantai, perjalanan kurang lebih 50 KM, kira-kira 45 menit perjalanan, kamipun sampai di Messaid, pusing -pusing sekejab di kota, jepret sana-sini, bisa dikatakan kota Messaid adalah kota yang sedang membangun, office, flat, villa, dll. Industy in MessaidDi belakang kota ada 3 Industrial Area, dari road code, kita bisa baca, ada QAPCO, QAFCO, QCHEM, QP Refinery, NGL terminal, dll (gak hapal semuanya bok!).

Di jalan kami melihat ada direction code ‘BEACH’, langsung tancap gas ke Beach, ternyata di jalan yang dilewati,arah panah menunjukan Sealine Beach. Tanggung sudah 1/2 perjalanan kamipun terus hingga sampai di Resort, alias akhir jalan aspal, jalan seterusnya adalah offroad (wah, kereta angin tak sangguppun melaju :-( ). namuns empat kami jepret penyewaan motor gurun, onta. sewa motorsewa ontaSayangnya budget bulan ini sudah mefet :-( terpaksa lah putar kepala (istilah kernet bus antarkota), kami balik ke messaid lagi. Kembali lagi ke Messaid, by accident, kami melewati QP golf club. Stop by for a while, aba tanya informasi registrasi, dan short course, namun sayang tidak ada caddy dan tidak ada short course :( Club ini anya diperuntukan bagi Senior Staf QP (of course aba juga senior staf). Annual fee QR500 cash :-) lumayan murah dibandingkan Doha Golf club, QR 10000/annual (no credit or deduction bok!). Diputuskan aba akan mendaftar tahun 2008.

Zhuhur pun menjelang, kami mencari masjid, namun, sayang, tempat khusus wanita dikunci, tanya sana sini dan tunggu 10 menit tidak ada yang membukakan pintunya, kami pun berlalu, balik ke Doha mampir ke Lulu Hypermarket untuk Sholat Zhuhur. Aqif dan Ariz ribut mau main pasir, akhirnya kita cabut ke Al Gazal Club (senior Staf Club). Akhirnya Aqif dan Ariz bermain di swimming pool, meskipun suhu cukup dingin (20 degree), namun mereka cuek saja.Ariz bermain airAqif in Swimming pool !/2 jam kemudian, Anak-anak pun ke kamar ganti, bilas dan ganti baju. Dan kamipun pulang ke Jarir I Building.

Biking in Corniche

aqif, ariz, umiSudah yang ketiga kali kami sekeluarga menghabiskan waktu sore di Corniche sambil menyusuri trotoar di pinggir pantai. Aqif dan Ariz bermain sepeda, Khansa di car sit and stroll (design terbaru cing!, suitable aslo for aircraft :-) ), aba dan umi berjalan kaki sambil umi menjepret sana sini dengan Sony DSC M2 dan aba menyutting anak-anak dengan HDD DCR SR82 yang baru dibeli 2 minggu lalu :-)

Sepenanak nasi kami pun berkemas-kemas, karena angin bertiup kencang, kamipun berlalu, beranjak ke city centre.

Arizaqifkomentar Aqif “Today  I  go  to  corniche   to  ride   a  bike  with  my  brother  and   my  sister  and  my mum  and   my  dad.  I  go  to  City  centre  in  City  centre  I  go  to  Carrefour.  In  Carrefour  I  buy   a chip,  and   some candy  and   chocolate. My  favorite   animal   are  the trannosaur, and  the torosaur, and  the  whale, and  the ceetah.

Pantai Intercontinental

bermain pasirIni kali ketiga kami sekeluarga ke Intercontinental beach, Ba’da Ashar berangkat dari Jarir I building dengan ‘kereta angin’, kurang lebih 15 menit perjalanan kamipun tiba di tujuan. Berbekal mainan pasir yang baru di beli dari Supermarket, Aqif dan Ariz, bermain pasir, membangun casttle dengan paritnya :-) namun sayang karena posisi bermainnya agak jauh dari bibir pantai, Aqif harus bolak-balik mengisi parit dengan air laut (itung-itung olahraga :P ). Si  ‘pretty girl’ (called khansa) kepengin juga main, tapi tentu saja nggak boleh kata uminya :-( (belum waktunya). Dengan ‘sad feeling’, khansa hanya menonton abang-abangnya bermain pasir.

Aqif builds his casttleAriz creates his own imaginationNamun, karena sudah musim dingin di Doha, jam 4 PM, angin sudah bertiup kencang, sehingga jam 5 PM, kita harus pulang karena anak-anak sudah kedinginan, dan Maghrib pun sudah menjelang.

Abu Samra – Umm Bab – Dukhan

Hari ini, pagi-pagi sekali kami sudah berkemas-kemas menyiapkan perbekalan (maklum dgn 3 krucil) ke Dukhan, seperti biasa juice Khansa, Susu Ariz, & Potato crispy Aqif. Jam 8.30 AM, kami start dari Jarir I Building menuju Dukhan via TV roundabout belok kiri lurus. Kira-kira sepeminum teh, kami mencapai ‘road under construction’ dan ‘diversion road‘. Sempat bingung memilih jalan ke Dukhan karena ‘direction code‘ tidak terlalu jelas, hingga sempat kami memutar roundabout 2x (pusing-pusing kata orang malayu :-) ). Akhirnya, kami ambil jalan kiri, kira-kira sepenanak nasi kami melewati Camel Farm.

Camel CrossCamel FarmBeginilah kira-kira suasana Camel Farm yang kami lewati. 1/2 jam kemudian kami bertemu crossection jalan highway yang masih ‘under construction‘. Tanpa curiga kami lalui jalan tsb. hingga kami menemui signal Abu Samra direction. (dalam hati terbersit, wah kita salah jalan nih, dan ketika melihat jam, sudah 1.5 jam drive, Dukhan signal pun menghilang, padahal katanya ke Dukhan cuman 1 jam drive).

Umm Bab SignalAkhirnya kami menjumpai signal Umm Bab, dengan keraguan kami mencari orang yang bisa ditanya. bertemu sekelompok truk membawa pasir, tanya-tanya, ternyata gak ada yang fasih English,kecuali seorang India yang English-nya patah-patah (emangnya bambu kali ya :-P ). kesimpulannya, setelah meniru polah tarzan berkomunikasi :-P , kami harus drive balik ke Doha, pikir punya pikir, kami trus saja drive ke Abu Samra, hingga Pak Irfan menelpon menanyakan posisi. Surprisingly, a question in his mind. Menurut pendapat beliau, kami sudah kesasar terlalu jauh, sudah mendekati border Arab Saudi (wah kita tak bawa passport lagi) dan harus balik ke arah Doha, dan kembali ambil jalan Umm Bab, via Umm Bab, akan lebih cepat menuju Dukhan daripada balik via Doha.

Melewati 2 pabrik cement, akhirnya kami menjumpai lapangan minyak Fahahil South, Main, & North, yang merupakan lapangan minyak yang saya monitor. (ini hikmahnya kesasar ke Arah Abu Samra). Atas guidance Pak Irfan, sampailah kami ke Komplek Dukhan pada jam 10.45 PM. (Perjalanan panjang menuju Dukhan, bukannya Rome :-) Jazakallahu khairan katsiran Pak Irfan).  Ba’da Zhuhur, sempat kami menuju bukit di belakang masjid lama, melihat view Dukhan dari atas Bukit, ‘bagus sekali’). Abis lunch, kami menuju ke ruma Pak Raflin (Sempat bertemu di masjid). Ngobrol serba serbi Pilgrimage until Ashr. ba’da Sholat Ashr, sempat makan sekejab, kami berangkat ke Doha. Ternyata betul, jalannya sangat berbeda sekali dgn jalan yang kami ambil dari Doha. Singkat cerita, Marghrib, kami sampai ke rumah. Alhamdulillah, perjalanan yang cukup melelahkan.

Pantai Wakra

wakra3.jpgwakra2.jpgBermain pasir2 minggu lalu kami sekeluarga bersama tetangga sebelah (keluarga Syarif) diajak teman (Keluarga Faried) ke Pantai Wakra. Ini kali pertama kita sekeluarga ke Wakra dengan “kereta angin”. Keberangkatan sempat ‘delay’ 1 jam dari waktu yang dijanjikan. Dari Flat Jarir sempat kita salah arah karena ‘misunderstanding’ dengan Syarif, karena tujuan pertama adalah ke rmah raflin di Al Sadd area. Namun setelah 30 menit ‘driving’ akhirnya sampailah kami di Pantai Wakra. Di sana telah menunggu beberapa keluarga Malaysia, teman-teman dari Raflin. Rupanya mereka bermaksud menangkap ketam (kepiting). Aqif dan Ariz, tanpa babibu langsung terjun ke pasir, bermain bersama Danang dan Daris.

wakra6.jpgwakra5.jpgSempat kami dibuat was-was, hanya sekejap kami ngobrol dengan teman-teman Malaysia, Ariz hilang. Dia sudah tidak di tempat bermain pasir, sempat 10 menit mencari, akhirnya seorang arab memberitahu Ariz berjalan ke arah jalan. Ini uda kali kedua Ariz berkelana sendiri. Bulan Ramadhan  kemaren ketika kita berbuka bersama, anak-anak asyik bermain, Ariz malah berjalan sendiri menjauhi lokasi kami, hingga akhirnya ada seorang ibu Indo, namanya ibu Atun, mengantarkan Ariz ke lokasi berbuka. Usut punya usut, ternyata ibu Atun seorang tukang urut dan pijat terkenal di Doha :-) Memang harus sedikit extra hati-hati mengawasi Ariz, karena anaknya berani sekali pergi sendiri.

Setelah makan malam seadanya dan sholat Maghrib, dimulailah perburuan ketam oleh anak-anak, Ariz pun turut serta bahkan dengan semangat ’48 dia berjalan dimuka, walaupun kadang kedalaman air sebatas dadanya, dia tetap cuek berjalan. Setelah mengikuti anak-anak besar selama 30 menit akhirnya Ariz menyerah karena capek. Balik ke pantaipun masih berjalan sendiri.  Segera pakaiannya diganti, dan kami pun pulang duluan karena Khansa sudah mulai rewel minta ASI :-(

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.